Minggu, 04 Februari 2018

Resume MSI Studi Islam

Nama   : Wahyu Aji Galih Muslim
NIM    : 175231074
Kelas   : PBS 2B

Resume Buku METODOLOGI STUDI ISLAM
Penulis: Aris Widodo, M.A

Sisi Filosofis Al-Qur’an: Beberapa Kisah Ilustrasi
1.      Logika dalam Al-Qur’an: Dimensi Praktis
Secara teoritis, Al Qur’an memang tidak membicarakan logika; namun secara praksis, Al-Qur’an telah banyak menerapkan prinsip-prinsip logika dalam berbagai pokok-pokok permasalahan, misalnya ketika berbicara tentang Tuhan. Ketika membawa perenungan tentang Tuhan, kitab suci umat Islam ini tidak memberikan definisi secara langsung apa itu Tuhan. Yang diberikan Al-Qur’an adalah menggambarkan beberapa karakteristik yang berkenaan dengan-Nya.
2.      Al-Qur’an dalam Kajian Epistemologi
Dalam kaitannya dengan epistemology, Al Qur’an banyak menyodorkan bahan-baku yang bisa menjadi titik-tolak perenungan filosofis. Bahan baku yang disodorkan tersebut diantaranya diilustrasikan melalui kisah Ratu Balqis dan Nabi Sulaiman. Dikisahkan bahwa ketika Ratu Balqish diajak masuk oleh Nabi Sulaiman ke dalam istananya, maka tiba-tiba sang ratu menyingkapkan kain yang menutupi betisnya. Hal ini dilakukannya karena dalam pandangannya, lantai-istana yang sebetulnya terbuat dari kaca, terlihat seolah-olah adalah kolam air yang besar.
3.      Kajian Kosmologi
Berkaitan dengan kosmologi, Al-Qur’an banyak menyodorkan proposisi-proposisi yang bersifat saintifik. Misalnya mengenai masalah bagaimana alam semesta ini lahir dan apakah alam semesta itu bersifat statis ataukah mengembang.
4.      Bidang Metafisika
Jika metafisika dimaknai dengan realitas dibalik alam fisik, maka sebetulnya Al-Qur’an banyak sekali menyinggung persoalan ini, bahkan Al-Qur’an sendiri pada awalnya melalui proses metafisis.
5.      Kajian Etika
Salah satu persoalan utama dalam etika adalah apa yang sesungguhnya menggerakkan manusia untuk melakukan aktivitas; apa motivasi dasar mereka, dan apa yang mereka kejar? Untuk memulai pembahasan filosofis mengenai persoalan ini kita bisa mengambil beberapa ilustrasi Al-Qur’an mengenai karakteristik orang munafik dan orang beriman dalam melakukan suatu aktifitas, misalnya dalam hal melaksanakan shalat, mengapa orang munafik berdiri dengan malas sementara orang beriman melakukan shalat dengan penuh kekhusukan.
6.      Estetika
Kisah yang sangat menarik dalam Al-Qur’an kaitannya dengan nilai estetis adalah tentang Zulaikha beserta komunitas kaum hawa-nya dan Nabi Yusuf. Seperti diceritakan bahwa Zulaikha terperangkap oleh pesona keindahan yang mewujud dalam diri Nabi Yusuf, sehingga berupaya untuk merayunya agar Zulaikha bisa merasakan keindahan itu, akan tetapi rayuan Zulaikha ditolak oleh Nabi Yusuf.

Tauhid Sosial sebagai Basis Pendidikan Islam: Sebuah Artikulasi Filosofis-Qur’ani
1.      Pohon Realitas: Sebuah Ilustrasi dari Al-Qur’an
Al-Qur’an memberi ilustrasi mengenai sebuah pohon realitas, baik realitas kebaikan maupun realitas keburukan. Kita bisa mengetahui bahwa tauhid merupakan pintu gerbang masuknya orang ke dalam agama Islam, yang juga merupakan sebuah pohon kebaikan. Sementara syirik dan kufur merupakan pohon realitas yang buruk. Dengan demikian, ketika kita berbicara mengenai pendidikan Islam, yang merupakan salah satu cabang dari pohon kebaikan, harusnya kita bisa menjadikan tauhid sebagai paradigmanya.
2.      Tauhid Sosial, Perluasan Cakupan Kesalehan
Ada beberapa intelektual Muslim Indonesia yang merasa perlu mengartikulasi bagaimana tauhid yang bernuansa teologis bisa connect dengan kehidupan Muslim yang bernuansa insaniyah. Misalnya seseorang dari golongan Muhammadiyah dan seseorang dari golongan NU. Ada sebagian masyarakat Muslim yang mengukur kesalehan dari dimensi vertikal saja. Seseorang dikatakan saleh manakala, misalnya, shalatnya bagus, sering puasa, dan haji berkali kali. Namun dari segi lain, dalam kaitannya dengan dimensi horisontal, orang tersebut masih sering merugikan orang lain dalam mu’amalahnya. Inilah yang kemudian mengilhami pemikir-pemikir diatas untuk mengusahakan bagaimana agar dimensi vertikal bisa saling berkaitan dengan dimensi horisontal.
3.      Tauhid Sosial: Basis Pendidikan Islam
Sumber pengetahuan manusia, dengan berbagai perantaranya adalah Tuhan. Maka kita bisa menyatakan bahwa sumber dari pendidikan Islam juga tauhid, karena semuanya merujuk kepada satu Tuhan. Dengan demikian, pendidikan Islam mesti melakukan imitasi dalam hal ini, yaitu menjadikan tauhid yang berdimensi sosial sebagai paradigmanya.

Persatutubuhan sebagai Simbol Pola Relasi Laki-laki dan Perempuan: Sebuah Konsep Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an
1.      Perempuan dalam Sejarah Peradaban Barat
Setelah Perang Dunia kedua, kondisi ekonomi di Eropa yang mulai membaik memberi angin segar bagi maraknya gerakan fenimisme radikal, yang menuntut terbukanya peluang karier yang seluas-luasnya bagi perempuan. Melalui gerakan fenimisme radikal ini, berkembang isu-isu penentangan terhadap “seksisme” (diskriminasi berdasar jenis kelamin) dan “patriarkhi” (dominasi pria pada wanita). Isu isu seperti ini sekarang banyak mengilhami para pemikir Muslim Indonesia untuk memakai perspektif ini dalam meneropong ajaran-ajaran Islam, seperti tampak dalam tulisan Nasaruddin Umar dan Siti Musdah Mulia.
2.      Konsep Kesetaraan Gender Pemikir Muslim Indonesia
Nasaruddin Umar dan Siti Musdah Mulia mengemukakan bahwa posisi laki laki dan perempuan adalah setara, yakni sebagai hamba Allah.
3.      Konsep Alternatif tentang Pola Relasi Laki-laki dan Perempuan
Seorang intelektual asal Iran, Murtadha Muthahhari menegaskan bahwa Al-Qur’an sudah menggariskan posisi laki-laki dan perempuan dalam kedudukannya masing-masing secara proporsional. Muthahhari menulis, “wanita dan pria adalah sama-sama manusia dan keduanya mendapatkan hak yang sama dan setara”.

Teka-teki Kekekalan Akhirat: Apresiasi atas Pemikiran Agus Mustofa
1.      Mengenal Proyek Agus Mustofa
Dalam upayanya untuk “menghidupkan” corak keberagamaan, dia mengajak umat Islam untuk menganalisa dan mendiskusikan informasi-informasi Al-Qur’an dengan bantuan teori-teori ilmiah dari sains modern sekarang ini. Maka di bukunya yang berjudul Ternyata Akhirat tidak Kekal, Agus Mustofa selalu berupaya menghubungkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan temuan-temuan sains modern.
2.      Pemikiran Agus Mustofa tentang Ke-tidak-kekal-an Akhirat
Dari hasil peneropongannya tentang akhirat, Agus Mustofa menyimpulkan bahwa semua kehidupan manusia, baik di dunia sekarang ini maupun di akhirat nanti, akan dijalani di bumi. Dengan demikian, kehidupan syurga dan neraka yang merupakan fase kehidupan di akhirat juga dijalani di bumi. Oleh karena bumi tersebut suatu saat akan mengalami kehancuran, maka konsekuensinya, akhirat pun juga akan lenyap.
3.      Apresiasi atas Pemikiran Agus Mustofa
Tesis yang dikemukakan Agus Mustofa itu memiliki sisi kuat dan sisi lemah. Berkaitan dengan tidak-kekal-nya akhirat, Agus Mustofa menyatakan bahwa akhirat terlaksana sesudah kiamat bumi, dan kehidupan akhirat akan berakhir dengan terjadinya kiamat semesta. Meskipun dari sisi tidak-kekal-nya akhirat bisa saja diterima, karena yang kekal hanyalah Allah, namun cara berakhirnya akhirat tersebut tidak bisa diterima, mengingat yang disebut kiamat semesta bersamaan terjadinya dengan kiamat bumi.

Anasir Filantropi dalam Prosesi Idul Fitri: Tunjauan Filsafat Hukum Islam dalam Khazanah Ritual Islam
1.      Makna “Idul Fitri” dalam Perdebatan
Menurut Abdul Hakim, pemaknaan istilah “Idul Fitri” sebagai “kembali ke fitrah (suci)” tidaklah tepat, karena pemaknaan demikian tidak didukung oleh hadist-hadist tentang Idul Fitri.” Pendapat Adbul Hakim di atas, dari satu sisi memang benar, karena Idul Fitri memang merupakan saat umat Islam menghentikan aktivitas puasa Ramadhan dan kembali berbuka seperti bulan-bulan sebelum dan sesudah Ramadhan. Namun di sisi lain, pendapat bahwa Idul Fitri merupakan momentum kembali kepada kondisi suci bisa juga diterima, mengingat banyak hadist yang berbicara tentang hasil akhir puasa yang mengindikasikan bahwa pelakunya telah memasuki kondisi suci, sehingga akan terbebas dari neraka.
2.      Fitrah sebagai Akhlaq
Al-Qur’an menginformasikan bahwa semua manusia diciptakan dengan fitrah Allah. Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadist: “semua bayi dilahirkan di atas fitrah itu.” Dalam bahasa Arab, sebuah akar kata bisa membentuk berbagai istilah yang bermacam-macam, namun biasanya masih berkaitan artinya. Fitrah Allah juga bermakna “akhlaq Allah.” Hal ini dikuatkan oleh sebuah hadist yang berseru, “Ber-akhlaklah kalian dengan akhlaq Allah.”
3.      Puasa, Sebuah Pembiasaan menuju Akhlaq Allah
Di antara akhlaq Allah adalah Ar-Rahman (maha pengasih) dan Ar-Rahim (maha Penyayang), yang efeknya adalah Ar-Rahmah (kasih sayang). Puasa berfungsi membangkitkan perasaan simpati kepada fakir miskin, karena dengan berpuasa kita kita bisa merasakan-sendiri (empati) bagaimana menderitanya mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan puasa sebulan lamanya, diharapkan perasaan simpati ini menjadi begitu kuat, sehingga melahirkan sifat rahmah (kasih sayang) terhadap orang-orang yang tidak mampu.
4.      Zakat Fitrah, Manifestasi berakhlaq dengan Akhlaq Allah
Berzakat, selain bermakna mensucikan, juga berarti mensuburkan. Jadi, zakat fitrah merupakan simbol telah tumbuh suburnya fitrah, yaitu sifat rahmah (kasih sayang) dalam diri orang yang berpuasa, berupa perasaan simpati terhadap kaum papa dan kemudian mengulurkan tangan untuk membantu mereka. Inilah yang dalam bahasa modern disebut sebagai filantropi (kedermawanan).
5.      Filantropi Zahir dan Bathin
Filantropi zahir diantaranya dengan ber-infaq dan filantropi bathin bisa kita wujudkan dengan memaafkan orang lain.






Selasa, 14 November 2017

Narasi SPI1

Nama  : Wahyu Aji Galih Muslim
NIM    : 175231074
Kelas   : PBS 1B IAIN SURAKARTA


Narasi MASJID MUHAJIRIN Perum Pondok Baru Asri 1, Gumpang, Kartasura

PENDAHULUAN
Pada tanggal 22 Oktober kami melakukan penelitian sebuah masjid yang bernama Masjid Muhajirin. Masjid Muhajirin adalah masjid yang terletak di Perumahan Pondok Baru Asri 1 Rt 05/03 Gumpang, Kartasura. Alasan kami memilih masjid ini sebagai bahan penelitian adalah karena ada banyak keunikan yang ada di masjid ini, nanti akan kami jelaskan pada bab pembahasan. Sebetulnya ada lebih dari sepuluh masjid di Desa Gumpang dan masjid ini bukanlah masjid yang terbesar ataupun terkecil di desa tersebut. Hanya saja karena masjid ini memiliki banyak keunikan maka kami memutuskan untuk melakukan penelitian di masjid ini saja.
Saat melakukan penelitian di Masjid Muhajirin, agar mendapatkan informasi yang lebih detail, melakukan wawancara kepada salah satu jama’ah yang sudah sering sholat disitu dan beliau sudah tinggal disini sejak masjid ini dibangun, namanya Bapak Anwar. Bapak Anwar merupakan Seorang pengusaha kaya, meskipun beliau bukan salah satui anggota pengurus masjid akan tetapi beliau sering jama’ah di masjid ini dan sering membantu dana untuk membangun masjid atau hanya sekedear membelikan perlengkapan masjid.
Setelah melakukan observasi di masjid ini, saya menemukan beberapa keunikan yang dimiliki masjid ini terutama kegiatan yang ada di masjid ini. Salah satunya adalah ada nya snack atau makanan ringan setelah sholat jum’at. Mungkin karena baru pertama ini saya menemukan masjid yang seperti ini, jadi saya menyebutnya unik. Apalagi kalau snack yang rasanya enak atau terlihat istimewa pasti langsung habis di buru jama’ah jum’at. Selain snack, di masjid ini juga disediakan teh hangat khusus bagi para jama’ah jum’at.
PEMBAHASAN
v  Gambaran Masjid
Masjid ini berdiri pada tahun 2002, kalau dihitung hitung, masjid ini baru berusia sekitar 15 tahunan. Luas tanahnya 300 meter persegi, sedangkan luas bangunannya 220 meter persegi. Tanah untuk bangun masjid ini adalah tanah wakaf dari Pak Burhan. Rumah beliau bersebelahan dengan masjid, bahkan bisa dikatakan bahwa tembok rumahnya satu tembok dengan masjid. Masjid ini dicat warna putih kekuningan disertai warna garis garis hijau di setiap sisi dan bagian variasi bangunannya. Letaknya sangat strategis karena berada di dalam perumahan dan terletak ditengah tengah bangunan rumah para warga perumahan tersebut.
Perbaikan yang pernah dilakukan adalah perbaikan perbaikan yang cukup sederhana dan tidak menghabiskan biaya yang banyak seperti perbaikan atap yang bocor, perbaikan serambi masjid, dan perbaikan perbaikan kecil lainnya. Seperti penambahan kipas angin, lampu dan lain lain. Untuk penambahan ruangan atau peluasan bangunan masjiod ini hanya penambahan kamar mandi, tempat wudhu, dan pemasangan atap teras masjid. Karena sebelumnya, teras masjid yang sering dipakai untuk parkir sepeda dan motor ini belum ada atapnya sehingga akan kehujanan. Namun sekarang sudah dipasangi atap jadi sudah tidak kehujanan lagi. Dan uniknya, teras masjid yang untuk parkir ini tidak bisa digunakan untuk parkir mobil karena teras masjid ini lebih tinggi daripada jalan didepannya, dan jalan yang untuk naik ke teras masjid ukurannya tidak muat untuk ukuran sebuah mobil.
Kemudian untuk bagian lainnya yaitu, kamar mandi dua, satu pria dan satu wanita. tempat wudhunya juga dua, satu pria dan satu wanita. Dua kamar mandi dan dua tempat wudhu tersebut letaknya sejajar yaitu, disebelah kanan masjid. Ukurannya memang tidak begitu luas dan bahkan bisa dibilang cukup sempit, karena memang tidak ada tempat untuk memperluas kamar mandi dan tempat wudhu, kecuali jika masjid ini ditingkat. Namun, kemungkinan masjid ini untuk di bangun tingkat sangat lah kecil, karena meskipun masjid ini tidak begitu besar akan tetapi masih cukup untuk menampung jama’ah orang orang yang tinggal di perumahan ini, karena memang hanya warga perumahan ini yang sholat di masjid ini.
Karena Masjid ini adalah aliran Muhammadiyah maka, adzan pada sholat jum’at nya hanya sekali saja. Setelah adzan pada sholat fardhu juga tidak ada sholawatan, berbeda dengan aliran NU yang setelah adzan ada sholawatan dan pada sholat jum’at adzan nya dua kali. Keunikan lain yang dimiliki masjid ini adalah letaknya yang berada di dalam perumahan seakan akan dikhususkan hanya bagi orang orang yang tinggal di perumahan tersebut. Berbeda dengan Masjid lain yang biasanya di bangun di pinggir jalan raya dengan alasan untuk memudahkan orang orang yang melakukan perjalanan jarak jauh ketika mau sholat.
v  Kondisi Masjid
Bangunannya masih sangat bagus, perlengkapan yang ada didalam masjid juga masih terjaga dan terjamin masih sangat bagus karena kepedulian yang tinggi untuk menjaga barang agar tetap awet dan nyaman untuk digunakan, baik dari pihak kepengurusan maupun masyarakat yang sering jama’ah di masjid ini. Kemudian fasilitas nya ada lemari buku yang isinya buku buku keislaman, boleh di baca tapi di lingkungan masjid dan tidak boleh di bawa pulang. Ada alat alat olahraga tenis meja, bisanya digunakan oleh bapak bapak. Lainnya fasilitas fasilitas yang umumnya ada di setiap masjid seperti Al Qur’an, kipas angin dan lain-lain.
Di masjid ini, untuk pencucian sajadah setiap satu minggu sekali di cuci, karpetnya juga setiap satu minggu sekali setiap hari jum’at sebelum jum’atan, tapi kalau karpet tidak di cuci pake air, hanya di sedot debunya saja menggunakan mesin penghisap debu. Jadi, setiap hari jum’at dilaksanakan kebersihan masjid yaitu, cuci sajadah, cuci karpet, pembersihan area masjid, pembersihan kamar mandi dan tempat wudhu yang dilakukan oleh takmir masjid dan anggotanya.
v  Lokasi Masjid
Masjid Muhajirin terletak di dalam Perumahan Pondok baru Asri 1 Rt 05/03 Desa Gumpang Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Lokasinya terletak di tengah tengah perumahan dan dihimpit oleh dua rumah yang ada di sampinya.
v  Kegiatan Masjid
Pada ahad pertama dan ketiga ada pengajian rutin pagi ceria dan sarapan bersama, itu dilakukan ba’da sholat shubuh Ahad pertama dan ketiga setiap bulan. Sorenya ada pengajian ibu ibu pada ahad ketiga dan pengajian bapak bapak di ahad pertama setiap bulan. Senin dan Selasa ada Tahsin membaca Al Qur’an, itu dilakukan ba’da sholat shubuh sampai jam enam pagi. Jum’at ada Tahfidz hafalan Al Qur’an juz 30 dan itu juga silaksanakan ba’da sholat shubuh. Setiap malam kamis dan malam sabtu ada tilawah bersama, waktunya ba’da maghrib sampai menjelang waktu isya.
Selain pengajian, di masjid ini juga ada Tahsin yaitu, ngajinya memperbaiki cara membaca Al Qur’an. Ustadnya membaca terus ditirukan yang ikut ngaji. Seperti belajar hukum bacaan Al Qur’an contohnya mad thabi’i, mad ngiwad, ikhfa dan lain lain. Yang ikut ngaji ini sekitar 20an. Ustadnya Bapak Edi Sumianto. Kemudian setiap hari minggu ada tapak suci, latihannya setiap ahad pagi dari jam 7 sampai jam 9 pagi. Itu yang ikut adalah anak anak perumahan pondok baru asri 1.
Jum’atan di masjid ini sama seperti masjid masjid pada umumnya, menjelang dzuhur jam 11 di stelkan murotal, nanti kalau sudah waktunya adzan, murotal dimatikan. Tapi uniknya di sini ada snack ba’da sholat jum’at. Jadi para jama’ah sholat jum’at bisa istirahat sambil makan snack dan bersantai di teras masjid. Biasanya makanan ringan tapi yang tradisional, paling sering itu gorengan dan sejenisnya seperti onde onde, tahu bakso dan lain lain. Snacknya dari pihak takmir masjid, dananya pribadi dari ketua takmir.
Susunan organisasi masjid ini adalah seperti ini. Ketuanya Pak Heru Suroso, skretaris Pak Rosyid, Bendahara Pak Heru Bahari sekaligus seksi pembangunan. Kemudian disini ada pembangian imam dan kutbah jum’at. Jum’at pahing Pak Muhtaroma, jum’at pon Pak Budi, jum’at wage Pak Hadi, jum’at kliwon pak Agustian, jum’at legi Pak Idris. Yang adzan biasanya takmir masjid gantian, kalau imamnya Pak Idris, Pak Muhtaroma, Pak Burhan.
Kemudian jama’ah setiap sholat fardhu. Shubuh 50an jama’ah, 20 jamaa’ah perempuan dan 30 jama’ah laki laki. Dzhuhur 15an jama’ah, 10 jama’ah laki laki dan 5 jama’ah putri. Ashar 20an jama’ah, belasan jama’ah laki laki dan 5-8 jama’ah perempuan. Maghrib 60an jama’ah, 30an jama’ah laki-laki dan 25-29 jama’ah perempuan. Isya 40an jama’ah, 24-28 jama’ah laki-laki dan belasan jama’ah perempuan. Tapi kebanyakan ibu ibu, bapak bapak, anak anak, baru remaja.
v  Snack Habis
Setelah jum’atan selesai, para jama’ah langsung menyerbu snack dan memakannya, bahkan mereka tidak segan segan untuk mengambil lebih dari satu snack atau gorengan. Terkadang ada yang ngambil lebih dari satu snack dan di bawa pulang, jadi kasihan yang keluarnya akhir akhir enggak dapat snack. Biasanya makanannya yang enak enak jadi langsung habis.
v  Sisa Snack Masih Banyak
Terkadang sisa snack masih banyak, hal ini bisa terjadi karena snack yang disediakan kurang menarik atau hanya gorengan biasa biasa saja. Masyarakat sudah biasa dengan dengan gorengan seperti itu, hanya beberapa yang memakannya. Sehingga akhir akhir ini sudah sangat jarang menyediakan gorengan setelah sholat Jum’at.
v  Solusi
Snack yang disediakan untuk setelah selesai sholat jum’at mungkin akan lebih baik jika di campur saja, setengah gorengan dan setengah makanan ringan yang lebih berkualitas. Jadi para jama’ah akan kejatah semua meskipun yang terakhir hanya dapat gorengan tapi setidaknya ada camilan.

REFLEKSI
           Hal yang bisa dirfleksikan atau dicerminkan dari hasil penelitian masjid dan keunikan masjid tersebut adalah bahwasanya penelitian tersebut ada pengaruhnya dengan sejarah peradaban islam yang menjelaskan bahwa setiap masjid memiliki keunikan dan ciri khas masing masing. Dengan melakukan wawancara kita bisa mengetahui tentang masjid itu dan juga bisa direfleksikan dengan masjid yang lainnya. Sehingga kita dapat membandingkan masjid yang satu dengan yang lainnya. Banyak di Indonesia masjid yang namanya sama akan tetapi bentuk, letak dan desainnya sangat jauh berbeda.

PENUTUP
Alhamdulillah kami ucapkan, semoga apa yang telah kami ceritakan di atas bermanfaat bagi kita semua. Memang sebenarnya keunikan yang dibahas di atas sepele namun sesungguhnya dibalik hal yang sepele, ada sesuatu yang mengagumkan. Itu rahasia Allah. Terimakasih sudah membaca dan menyaksikan sebuah hasil wawancara yang di jadikan narasi yang cukup ringkas ini. Bila mana banyak kekurangan dalam penulisan mohon untuk di mengerti.
Wassalamu’allaikum wr. wb.


Lampiran Plagramme